2.1        Pengertian Pemasaran

            Pemasaran adalah suatu kegiatan yang dilakukan perusahaan ataupun individu untuk memperkenalkan barang atau jasa kepada masyarakat dengan menggunakan berbagai media seperti iklan surat kabar, majalah, tabloid, brousur, internet, dan lain-lain. Penempatan tempat usaha yang tepat dan penggunaan tenaga penjua dengan harapan barang dan jasa dapat dibeli oleh konsumen.

Tjiptono (2002:7), mendefinisikan “Pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial dimana individu atau kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan melalui penciptaan, penawaran, dan pertukaran segala sesuatu yang bernilai dengan orang atau kelompok lain”.

                Menurut Assauri (2004:5), mendefinisikan “Pemasaran adalah kegiatan manusia yang diarahkan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan melalui proses pertukaran”. Selanjutnya menurut Stanton dalam Swasta (1998:179) Mendefinisikan “Pemasaran adalah suatu sistem keseluruhan dari kegiatan usaha yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan, dan mendistribusikan barang dan jasa untuk memuaskan kebutuhan kepada pembeli yang ada maupun pembeli potensial.”

Sedangkan Menurut Kotler (2002:53), mendefinisikan “Pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial yang didalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan mempertukarkan produk yang bernilai kepada pihak lain.

Menurut Kurnia (2008:1), “Pemasaran merupakan salah satu kegiatan utama yang dilakukan dalam melakukan usaha guna mempertahankan kelangsungan hidupnya, untuk berkembang dan mendapatkan laba, pasar secara umum, dapat dikatakan sebagai tempat bertemunya antara penjual dan pembeli”.

Dari definisi di atas maka dapat disimpulkan bahwa bahwa pemasaran adalah aktivitas bisnis yang di jalankan oleh produsen mulai dari perencanaan, penentuan harga, promosi dan mendistribusikan barang dan jasa dengan tujuan untuk menciptakan permintaan efektif dari konsumen

 

2.2     Bauran pemasaran (Marketing Mix),

Seperti telah dikemukakan bahwa langkah pertama dalam kegiatan pemasaran adalah meneliti kebutuhan dan keinginan konsumen. Berapa jumlahnya, bagaimana daya belinya, di mana tempatkonsumennya, dan berapa permintaannya.

Menurut Stanton (2004:68), mendefinisikan “Bauran pemasaran adalah bauran dari produk, bagaimana mendistribusikan dan mempromosikan harganya. Empat elemen ini bersama-sama harus memuaskan kebutuhan target pasar organisasi dan pada waktu yang sama, mencapai sasaran pemasaran”.

Selanjutnya menurut Kotler (2002:18) Bauran pemasaran (marketing mix) adalah seperangkat alat pemasaran yang digunakan perusahaan untuk terus-menerus mencapai tujuan pemasarannya di pasar sasaran.

Menurut Kurnia (2008:6-7), “Marketing mix salah satu bentuk strategi pemasaran yang mampu mendukung dalam memasarkan suatu produk untuk menciptakan kepuasan konsumen adalah penggunaan marketing mix yang merupakan produk, harga, promosi dan saluran distribusi. Dengan demikian variabel-variabel tersebut diharapkan mampu menciptakan dan mempengaruhi kepuasan konsumen dalam suatu produk.”

Sedangkan  Swasta (2007:208) “Marketing mix adalah kombinasi dari empat variabel atau kegiatan yang merupakan inti dari sistem pemasaran yaitu produk dan distrbusi atau dengan kata lain marketing mix merupaka suatu perangkat yang akan menentukan tingkat keberhasilan dan semua itu ditunjukkan untuk kepuasan kepada pasar atau konsumen yang dipilih”.

Dari definisi di atas dapat disimpulkan bahwa Bauran Pemasaran adalah sekumpulan variabel yang terkendali dimana satu sama lain saling berkaitan dan dikombinasikan oleh perusahaan dengan tepat agar menjadi suatu bauran yang dapat digunakan untuk mencapai tujuan pemasaran perusahaan.

 

  1. a.         Produk (Product)

  Produk merupkana sebuah konsep yang sulit  dan harus dirumuskan dengan hati-hati. Kemudian melihat cara-cara mengklasifikasi banyak jenis produk yang akan ditemukan dalam pasar-pasar konsumen dan industri dengan harapan menemukan jalinan antara strategi pemasaran yang tepat denga jenis-jenis produk. Kemudian, dengan mengenali bahwa setiap produk bisa di ubah menjadi sebuah merek, yang melibatkan beberapa keputusan. Produk juga bisa dikemas dan diberi label dan disertai berbagai jasa tambahan yang ditawarkan kepada konsumen.

Menurut Mc Daniel dkk, (2001:268), mendefinisikan “Pengertian setiap produk adalah  segala sesuatu yang dapat ditawarkan kepasar untuk mendapat perhatian, untuk memiliki, digunakan, dikonsumsi dan dapat memuaskan kebutuhan dan gagasan”. Dalam mengikuti perkembangan zaman bauran pemasaran harus diubah karena perubahan dimana konsumen dan bisnis hidup, bekerja, bersaing dan membuat keputusan pembelian.

Menurut Oesman  (2002:71), Produk terbagi dalam beberapa pengertian, yaitu:

  1. Dalam pengertian sempitnya, produk adalah sekumpulan sifat-sifat fisik dan kimia yang berwujud yang dihimpun dalam suatu bentuk yang serupa dan yang telah dikenal.
  2. Dalam pemgertian secara luas, produk adalah sekelompok sifat-sifat yang berwujud (tangible) dan tidak berwujud (intangible) yang didalamnya sudah tercakup warna, harga, kemasan, prestise pabrik, prestise pengecer dan pelayanan yang diberikan produsen dan pengecer yang dapat diterima konsumen sebagai kepuasan yang ditawarkan terhadap keinginan atau kebutuhan konsumen.
  3. Secara umumnya, produk itu diartikan secara ringkas sebagai segala sesuatu yang dapat memenuhi dan memuaskan kebutuhan atau keinginan manusia, baik yang berwujud maupun tidak berwujud.

 

Menurut Kotler (2004:337), Mendefinisikan “Produk adalah semua yang dapat ditawarkan kepada pasar untuk dapat diperhatikan, dimiliki, digunakan atau dikonsumsi yang dapat memuaskan keinginan atau kebutuhan pemakainya”

Dari definisi di atas dapat disimpulkan bahwa produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan ke pasar untuk mendapatkan perhatian, dibeli, dipergunakan atau dikonsumsi dan yang dapat memuaskan keinginan atau kebutuhan.

  1. b.                  Harga (Price)

Harga merupakan satu-satunya unsur yang menghasilkan pendapatan. Oleh karena itu, penetapan harga merupakan persoalan yang sangat penting. Harga sangat menentukan laku atau tidaknya produk / jasa yang ditawarkan.

Menurut Sumarni (2006:247) “Harga adalah jumlah uang (ditambah beberapa produk kalau mungkin yang membutuhkan) untuk mendapat sejumlah kombinasi dari produk dan pelayanannya”. Maka dapat disimpulkan bahhwa harga adalah uang yang harus ada untuk mengkombinasikan produk dan pelayanannya.                                                                                                   Menurut Stanton (2004:105) harga adalah jumlah uang (kemungkinan ditambah beberapa barang) yang dibutuhkan untuk memperoleh beberapa kombinasi sebuah produk dan pelayanan yang menyertainya.

Menurut swastha (2001:55), harga merupakan sejumlah uang (ditambah beberapa barang kalau mungkin) yang dibutuhkan untuk mendapatkan sebuah kombinasi dari barang beserta pelayanannya.

Dari pengertian harga tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa harga adalah nilai suatu barang atau jasa yang diukur dengan sejumlah uang. Demi mendapatkan sebuah barang atau jasa yang diinginkannya seorang konsumen harus rela membayar sejumlah uang.

 

  1. c.                   Tempat (Place)

Tempat dalam jasa merupakan gabungan antara lokasi dan keputusan atas saluran distribusi, dalam hal ini berhubungan dengan bagaimana cara penyampaian jasa kepada konsumen dan dimana lokasi yang strategis.

Lokasi berarti berhubungan dengan dengan dimana perusahaan harus bermarkas dan melakukan operasi atau kegiatannya.

Menurut Kotler (2001:901), menjelaskan ada tiga jenis interaksi yang mempengaruhi lokasi, yaitu:

  1. Konsumen mendatangi pemberi jasa (perusahaan): apabila keadaannya seperti ini maka menjedi sangat penting. Perusahaan sebaiknya memilih tempat yang dekat dengan konsumen sehingga mudah dijangkau, dengan kata lain harus strategis.
  2. Pemberi jasa mendatangi konsumen: dalam hal ini lokasi tidak terlalu penting tetapi yang harus diperhatikan adalah penyampain jasa harus tetap berkualitas.
  3. Pemberi jasa dan konsumen tidak bertemu secara langsung: berarti penyedia jasa dan konsumen berinteraksi melalui sarana tertentu seperti telepon, komputer, atau surat. Dalam hal ini lokasi menjadi sangat tidak penting selama komunikasi antara kedua pihak terlaksana dengan baik.

Penyampaian jasa (saluran distribusi) juga dapat melalui organisasi maupun maupun orang lain.

 

      Assauri (2002:226), menyatakan ada tiga pihak yang terlibat dalam penyampaian jasa, yaitu:

  1. Penyedia jasa
    1. Perantara
    2. Konsumen

Sehubungan dengan saluran distribusi maka perusahaan harus dapat memilih saluran yang tepat untuk penyampaian jasanya, sebab akan sangat mempengaruhi kualitas jasa yang diberikan. Saluran distribusi yang dapat dipilih, antara lain:

  1. Penjual langsung (direct sales)
  2. Agen (agent) atau broker
  3. agen/broker penjual atau pembeli
  4. Waralaba (franchises) dan pengantar jasa berkontrak (contracted servce deliverers)

Baik lokasi maupun saluran distribusi, pemilihannya sangat tergantung pada kriteria pasar dan sifat dari jasa itu sendiri. Misalnya dalam jasa pengiriman barang, bila pasar menginginkan pengiriman yang cepat, tepat waktu, dan sifat barang yang tidak tahan lama, maka lokasi yang dipilih harus strategis (misalnya, dekat pelabuhan) dan saluran distribusi yang dipilih sebaiknya penjualan langsung supaya dapat terkontrol.

 

  1. d.                  Promosi (Promotion)

Promosi merupakan teknik komunikasi yang secara penggunaannya atau penyampaiannya dengan menggunakan media seperti: pers, televisi, radio, papan nama, poster dan lain-lain yang bertujuannya untuk menarik minat konsumen terhadap hasil produksi suatu perusahaan. Promosi sebagai media untuk menjembatani kepentingan produsen dengan konsumen.

Menurut Swastha (1999:44) Promosi adalah komponen yang dipakai untuk menberi tahu dan mempengaruhi pasar bagi produk perusahaan. Dari penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa promosi adalah kegiatan yang dilakukan oleh orang atau perusahaan untuk mengenalkan produk kepada masyarakat.

Menurut Kotler (2000:98) mendefinisikan “Promosi merupakan aktivitas pemasaran yang berusaha menyebarkan informasi, mempengaruhi/membujuk atau mengingatkan pasar sasaran atas perusahaan dan produknya agar bersedia menerima, membeli dan loyal pada produk yang ditawarkan perusahaan yang bersangkutan”.

Menurut Saladin (2004:123), “Promosi adalah suatu komunikasi informasi penjual dan pembeli yang bertujuan untuk merubah sikap dan tinakah laku pembeli, yang sebelumnya tidak mengenal menjadi mengenal sehingga menjadi pembeli dan mengingat produk tersebut”.

Sedangkan pengertian promosi menurut Alma (2006 : 179), “Promosi adalah sejenis komunikasi yang memberi penjelasan dan meyakinkan calon konsumen mengenai barang dan jasa dengan tujuan untuk memperoleh perhatian, mendidik, mengingatkan dan meyakinkan calon konsumen”.

Dari definisni diatas dapat disimpulkan bahwa promosi merupakan salah satu variabel marketing mix yang sangat penting yang dilakukan untuk membuka pangsa pasar yang baru atau memperluas jaringan pemasaran.

Apa komentar anda tentang artikel ini?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: